KESETIAAN ITU TELAH BERALIH KE PARTAI LAIN

Posted: 29 April 2009 in Depan

KESETIAAN ITU TELAH BERALIH KE PARTAI LAIN


photohp0210Masih ingat tulisan terdahulu tentang “CALEG ITU SAMPAI JUGA DI RT SAYA” dimana pergerakan seorang caleg menembus sendi-sendi kesetiaan masyarakat di RT saya terhadap salah satu parpol dimana caleg tersebut tidak berjanji tetapi menyatakan kesediaannya untuk mendampingi masyarakat RT apabila ada keinginan masyarakat untuk meingkatkan kondisi sosial dan lingkungan di RT ini baik melalui jalur formal maupun non formal (katanya.?!).

Setelah pencontrengan dan penghitungan suara di TPS RT Saya telah selesai menunjukkan bahwa Caleg tersebut menuai hasil yang menurut saya cukup memuaskan karena suara yang langsung mencontreng namanya mencapai 2/3 dari jumlah KK di RT saya dan yang mencontreng partai hanya 3 (tiga) suara sedangkan nama linnya nihil. Hasil ini seingat saya ada peningkatan suara cukup berarti untuk partai ini di TPS RT saya. kondisi ini hanya berlaku untuk tingkat dimana Caleg tersebut dicalonkan yaitu Kabupaten/Kota (DPRD II). Sedangkan untuk tingkat Provinsi (DPRD I) dan Nasional (DPR RI) masing-masing tidak lebih dari 5 suara saja.

Setelah beberapa kali temu mulut (ngobrol ngalor ngidul) dengan bapak dan Ibu di RT saya pada hari Sabtu dan Minggu di pos ronda hampir semuanya menggunakan strategi-strategi dalam penentuan contrengannya terutama pilihan tentang partai. Secara dasar strategi yang dilakukan berdasarkan harapan-harapan dirinya yang kemungkinan besar dapat dicapai dari partai yang dipilih. Harapan-harapan itu umumnya bagaimana RT Saya (Kabupaten saya) pada lima tahun kedepan, bagaimana pencapaian Propinsi Saya untuk lima tahun ke depan dan bagaimana keadaan negara saya (NKRI) untuk lima tahun kedepan atau lebih.

Untuk tingkat kabupaten/kota atau tingkat RT atau Perumahan jenis strategi yang digunakan lebih fleksibel karena setelah setia pada satu partai tetapi ditunggu-tunggu ternyata caleg dari partai tersebut tidak pernah muncul untuk mensosialisasikan visi dan misinya di RT saya, tiba-tiba ada caleg dari partai lain yang mau dan ingin membuktikan dan mampu membungkus harapan masyarakat serta mempunyai jabatan dipartainya (walaupun tingkat ranting) cukup memadai dan mengaku cukup dekat dengan orang nomor satu di Kabupaten/ Kota karena satu partai dan bersedia mendampingi masyarakat baik secara formal maupun informal ke pemerintahan mengapa tidak di contreng setidak-tidaknya ada orangnya dan bisa saja keluarganya yang bisa dipegang daripada janjinya saja yang sampai tetapi orangnya tidak tahu siapa dia (betul atau tidak…???).

Untuk tingkat Provinsi karena Gubernur baru terpilih jadi strategi yang berhubungan dengan kepemimpinan provinsi tidak begitu berpengaruh terhadap pemilihan partai, strategi yang diterapkan hanya menyangkut kesetiaan pada parpol tersebut dan berharap pemerintahan yang lebih bersih dan mampu menghapus preman jalanan (keamanan) dan preman berdasi (korupsi/fungli) bonusnya antara lain mampu meningkatkan pembangunan dan membuka lapangan kerja.

Untuk tingkat nasional strategi yang dirancang dalam penentuan partai yang akan dicontreng lebih rumit lagi karena menyangkut matrik yang saling berkaitan dan bergerak disebelah sana apabila yang sebelah sini diubah atau tergganggu walaupun rumit tetapi secara umum strategi yang digunakan bermula dari siapa Presiden yang lebih baik untuk memimpin NKRI lima tahun kedepan. Masih berdasarkan temu mulut di pos ronda, harapan besar masyarakat di RT saya masih Kepada SBY dari partai Demokrat ( Maaf Saya Sebut Langsung Namanya karena ini tingkat nasional dan tidak menyinggung tetangga saya) ada beberapa pendapat sederhana yang muncul mengapa mereka tetap pada SBY dan pendapat ini memang cukup menjadi perhatian saya sehingga saya sampaikan disini. SBY adalah sosok yang sopan, walaupun bereaksi atau menanggapi seuatu yang tidak berkenan tetap penuh kesopanan dan bertutur dengan lembut. Dengan penuh sopan santun tersebut masyarakat menilai sebagian dari keberhasilan sebagai pemimpin telah dicapai atau setidak-tidaknya masyarakat merasa lebih nyaman, aman dan terlindungi.

Setelah Presiden telah ditentukan selanjutnya bagaimana caranya calon yang diidamkan tersebut dapat dapat mencalonkan diri sebagai presiden. Hal ini merupakan sebuah tantangan tersendiri, semisalnya seorang ibu tetangga saya dimana selama ini dia telah setia pada satu partai dan sudah berulang kali mencoblos partai tersebut baik pencoblosan tingkat pusat, tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten walaupun hasilnya kadang-kadang tidak sesuai harapan tetapi tetap setia dengan partai tersebut. Pada pemilu kali ini ibu tersebut berpikiran lain karena presiden terbaik yang diharapkan telah ditentukan olehnya dan betapa terkejutnya ketika berita di TV bahwa pimpinan partai yang selama ini setia telah di coblosnya bertemu dengan pimpinan partai lain yang tidak akan memilih calon presidennya untuk melakukan penjajagan berkoalisi. Dengan berapi-api Ibu tersebut mengatakan apabila partai kesayangannya itu berkoalisi dengan partai yang bukan pengusung calon presidennya maka untuk pertamakalinya Ibu tersebut tidak akan mencontreng partai kesayangannya itu pada pileg kali ini dan akan memindahkan pilihannya pada partai Demokrat karena ibu tersebut takut kalau-kalau partai Demokrat mendapat suara rendah dan akan kesulitan berkoalisi untuk mengusung calon presiednnya yang diharapkan ibu tersebut. Pada akhir-akhir masa kampanye Ibu tersebut merasa lega karena pimpinan partai kesayangannya menyatakan dengan tegas bahwa partainya akan berkoalisi dengan partai Demokrat sehingga Ibu tersebut tetap setia dengan partai kesayangannya dan lebih optimis lagi bahwa calon presidennya akan terpilih kembali.

Setiap pelaksanaan pemilu dalam pemilu apaun itu masyarakat ikut juga berpikir dan telah berstrategi secara cerdik untuk mencapai apa yang tealh diharapkan walupun pada tingkatan kabupaten/kota dan propinsi strategi yang dilakukan bersifat pragmatis sehingga caleg yang melakukuan sosialisasi dengan bertatap muka langsung dan berani untuk mengatakan programnya walaupun tidak menjanjikan dalam bentuk materi atau bagi-bagi uang ternyata lebih dihargai. Tetapi tidak demikian dengan tingkat nasional terutama untuk calon pemimpin bangsa idealisme lebih di kedepankan.

Mudah-mudahan INDONESIA akan lebih baik dan lebih maju lagi mulai hari ini dan selanjutnya. -o-

Komentar
  1. syaiful mengatakan:

    terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya

  2. Nico Nian mengatakan:

    kunjungan balik awu ding…..

  3. Nico Nian mengatakan:

    dank mksud aku..hee..

  4. fetro mengatakan:

    ternyata jemau manna? salam kenal ajau njak jemau siwak SMA 2

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s